Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 12 Juni 2013

#Note : Bangkit!!!

Aku rindu akan semangat kenegaraan  Bung Karno yang pada masanya dapat membakar semangat para garuda untuk bergerak menuju kemerdekaan dengan semangat tanpa henti mengorbankan segalanya. Saat ini semangat itu menjadi hembusan debu liberalis dan kapitalis menyilaukan mata, mematikan rasa dan menjalar dalam tubuh sanubari negeri dan menjadi racun permanen bangsa.

Buatlah hidupmu bermakna, tiadakan kesempatan untuk mengeluh sedikitpun. Teruslah gerus kemalasan dengan semangat perjuangan bangsa dan perubahan bangsa.

MERDEKA!!!
BANGKIT!!!
BANGKIT!!!
BANGKIT!!!

oleh : Dwi Utomo Nova Nugroho
Presiden Mahasiswa BEM IKIP PGRI SEMARANG 2013

Kamis, 06 Juni 2013

BEM IKIP PGRI Semarang Dikunjungi BEM IKIP VETERAN

Selasa, tepat tanggal 4 Juni 2013, nampak kantor BEM Pembaharu IKIP PGRI Semarang dipenuhi jajaran pengurus dan para tamu dari BEM IKIP Veteran Semarang. Nada perjuangan mahasiswa keras diperdengarkan Presiden BEM Pembaharu IKIP PGRI Semarang yaitu Saudara Nova. Hidup Mahasiswa….!!! Dan serentak pula semuanya menjawab, Hidup!!!
Kedua kalinya Saudara Nova meneriakkan semngat membara… Pembaharu!!!!
Dan semuanya menjawab…Totalitas tanpa batas!!!

Itulah semangat yang nampak di kantor BEM. Mengawali dengan semangat dan mengakhiri acara tanpa mengurangi semangat. Go….


Maksud dari BEM IKIP Veteran Semarang ke BEM Pembaharu IKIP PGRI Semarang adalah untuk melaksanakan sharing dan  merguru organisasi. Sebuah kehormatan sekali bagi BEM Pembaharu IKIP PGRI Semarang. Sesuatu yang diawali dengan baik, semoga mengahasilkan sesuatu yang baik pula. Tak kenal maka tak saying, akhirnya semuanya berkenalan satu per satu, keramahan dan keakraban mulai nampak. Dan terus berlanjut……
Pertanyaan perdana yang dilontarkan dari salah satu pengurus BEM IKIP Veteran Semarang adalah tentang berapa jumlah kementerian yang ada di BEM Pembaharu IKIP PGRI Semarang. Sebuah pertanyaan penggugah, dan akhirnya dengan mantap Pak Presiden BEM menjawab bahwa ada 9 kementerian di BEM Pembaharu IKIP PGRI Semarang. Seketika deskripsi program kerja dan kondisi BEM dipresentasikan.  Setelah  itu, pertanyaan demi pertanyaan kembali berdatangan, yang masih saya ingat pertanyaannya adalah:
1.      Bagaimana cara menjadikan pengurus aktif dalam organisasinya (BEM)?
2.      Bagaimana kondisi kaderisasi BEM IKIP PGRI Semarang?
3.      Bagaimana pendanaan di setiap kegiatan BEM?
4.      Bagaimana cara BEM Pembaharu menjaga komunikasi?
5.      Apa yang dimaksud program LKTI itu dan bagaimana persiapan untuk mengikuti PKM?
6.      Apa wewenang 3 Lembaga Tinggi?
7.      Program kerja Mitra desa itu seperti apa?
8.      Bagaimana pengadministrasian di BEM?

Dari kedelapan pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang berhasil saya tuliskan. Pertanyaan lain adalah pertanyaan-pertanyaan dari pengembangan  kedelapan pertanyaan tersebut.
BEM IKIP Veteran Semarang masih dalam  proses untuk menyatukan semangat dan mempunyai tujuan untuk menyolidkan pengurus di tahun ini, karena masih dianggap bahwa tahun ini adalah tahun krisis semangat mahasiswa untuk berorganisasi. Sebuah tujuan yang baik kan? Semoga BEM IKIP Veteran Semarang mampu mewujudkan hal itu. Amin...

BEM IKIP Veteran Semarang telah belajar banyak kepada BEM Pembaharu IKIP PGRI Semarang, begitu juga sebaliknya. Karena esensinya, semua sama-sama belajar dan bertukar informasi. Meski 2 jam di kantor BEM, tapi tidak menjadikan sedikit pembelajarn yang diambil. Justru malah banyak.
Go IKIP go IKIP go…
Satu saudara…
oleh : Andriastuti

Minggu, 02 Juni 2013

Road To Presma-Wapresma BEM IKIP 2013

Mengingat kembali kemeriahan dan perjuangan VARIO : Nova Arif Oke dalam PEMIRA tahun 2013 dimana pada akhirnya pasangan nomor 3 berhasil meraih kemenangan yang meyakinkan dengan selisih suara yang cukup jauh. Hal itu menunjukkan betapa tingginya animo mahasiswa dalam mengikuti pemira dimana untuk pertama kalinya, jumlah mahasiswa yang mencontreng menyentuh angka 6462 pemilih.

Berikut kami sajikan foto-foto perjalanan selama masa kampanye, debat capres-cawapres hingga saat penghitungan suara :










Debat Capres-Cawapres




Hasil Akhir Penghitungan Suara

Membentuk Jiwa Pemimpin Nasional Menuju Indonesia Emas 2045



Dukungan dan wujudkan generasi emas Indonesia 2045
Lakukan yang terbaik, terus belajar dan bekerja, tebarkan kebaikan dan kebenaran, hentikan korupsi, kolusi dan nepotisme, hilangkan kepicikan dan hedonisme, perkokoh ke Indonesia-an.

Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan, betapa tidak peran pemuda dalam membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak kekuasaan otoriter atau sewenang-wenang. Didalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya. Semua itu telah di catat dalam sejarah kiprah pemuda-pemuda yang tak kenal waktu yang selalu berjuang dengan penuh semangat biarpun jiwa raga menjadi taruhannya. Indonesia merdeka berkat pemuda-pemuda Indonesia yang berjuang seperti Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Sjahrir, Bung Tomo dan lain-lain dengan penuh mengorbankan dirinya untuk bangsa dan Negara.


Generasi muda memiliki kecenderungan untuk bersikap antusias dalam menghadapi berbagai isu, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, idealisme yang terkandung dalam jiwa dan pikiran generasi muda memungkinkan generasi muda untuk memainkan peranan penting dalam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Karena sifatnya ini, generasi muda menjadi kelompok yang potensial untuk mendukung pembangunan. Dengan demikian, generasi muda perlu dilibatkan dalam setiap perencanaan pembangunan, sehingga pelayanan dapat lebih disesuaikan dengan sasaran yang ingin dicapai. Namun demikian, progresifitas generasi muda tidak hanya penting dalam kerangka pemberdayaan generasi muda, tapi juga memberikan kontribusi bagi penyiapan generasi selanjutnya, serta regenerasi kepemimpinan di masa mendatang.

Jika kita kembali menyimak gagasan Mendikbud, Muhammad Nuh, yang disampaikannya pada konperensi pers seputar rencana perayaan Hardiknas tahun lalu mei 2012. Muhammad Nuh  menyatakan sebagai Tahun Investasi untuk menanam ‘generasi emas’ Indonesia. Dengan kata lain yang berarti pasti itulah kita sebagai bangsa Indonesia memiliki kapabilitas untuk merealisasikan generasi emas pada tahun 2045 nanti. Sungguh sebuah momen yang tepat serta perlu dibarengi dengan ketelatenan dan konsistensi dalam penggarapannya.



Optimisme Menuju Generasi Emas
Ada anggapan sistem pendidikan kita tidak berhasil membangun sikap positif anak terhadap lingkungan sekitar. Mereka yang berhasil lulus dari pendidikan tinggi lebih banyak yang cenderung melakukan aktualisasi untuk kepentingan pribadi, bukannya melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa. Oleh karena itulah diperlukan reaktualisasi yang dapat menjadikan terangkatnya derajat bangsa.

Untuk itu, tema pengembangan kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan serta memiliki sikap, ketrampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Menyinggung elemen perubahan pada kurikulum 2013, Mohammad Nuh mencontohkan, untuk SD kompetensi dikembangkan melalui tematik integratif dalam semua mata pelajaran. Untuk SMP dikembangkan melalui mata pelajaran, untuk SMA melalui mata pelajaran wajib dan pilihan, dan untuk SMK melalui mata pelajaran wajib, pilihan, dan vokasi.

Menurut bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat optimis bahwa bangsa kita akan mempunyai generasi unggul atau generasi emas di usianya yang ke-100 tahun atau di tahun 2045. Sebab pemerintah mengklaim saat ini sudah menjalankan program  pendidikan anak usia dini dengan "Melalui gerakan PAUDisasi, kita ingin menyongsong generasi emas di usia ke-100 tahun Indonesia merdeka di tahun 2045. SBY mengkritik orangtua yang terlalu mengekang anaknya. SBY berpendapat banyak orangtua yang tidak mengerti bahasa dan pemikiran anak-anak zaman sekarang. Orangtua terlalu memaksakan kehendaknya dan membentuk karakter anak seperti apa yang ia inginkan. Itu tidak sepenuhnya benar, kritik SBY. Orangtua sering dihinggapi oleh yang disebut culture shock, atau kejutan budaya atau future shock atau lompatan masa depan. Banyak orangtua yang menanggap anak-anak yang mempunayi pemikiran, pergaulan, mind set, dan lainnya yang menyimpang. Maka itu untuk menciptakan generasi anak yang berkualitas di masa depan, harus dibutuhkan keinginan dari orangtua untuk tidak menelantarkan anaknya. Orangtua harus memberikan pendidikan yang cukup. Tentu, kata dia dibantu dengan program-program pemerintah.

Di tahun 2045, para pemimpin bangsa dan presiden Indonesia akan berasal dari kita yang sedang berstatus sebagai mahasiswa sekarang. Oleh karena itu persiapkanlah diri dan mental kita untuk mencapai Indonesia Emas 2045.  Dengan konsep inilah pemuda semestinya bergerak dan menyadari dirinya, lebih dari itu pemuda harus bergerak bersama rakyat dan pemerintah untuk membangun bangsa.

Oleh karena itu, senatiasa menginsyafi dan selalu berintrospeksi diri sebagai seorang mahasiswa, kita jadikan sebagai momentum untuk hijrah, yaitu hijrah dari kemalasan menuju kerja keras, hijrah dari sikap pesimis menuju sikap optimis, berani keluar dari kenyamanan untuk mendaki dan menempuh kesulitan, respect dan tanggap terhadap permasalahan bangsa dan negara, sehingga akhirnya kita layak dan pantas untuk disebut sebagai seorang pemuda.

Tantangan Generasi Emas ditengah Problematika Pendidikan
Karakter atau watak bangsa Indonesia adalah suatu konstruksi budaya tentang sikap hidup, cara berpikir dan bertindak dari setiap individu bangsa Indonesia yang multikultural yang terpancar dari nilai-nilai budaya dan ideologi nasional Indonesia yaitu Pancasila (dalam menghadapi perubahan global).

Sesungguhnya pemuda memiliki kemampuan yang signifikan dalam memajukan negaranya. Pemuda juga menentukan arah tujuan dan masa depan bangsa. Selain itu pemuda juga menjadi pelaku aktif dalam proses pembangunan nasional serta berperan dalam memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Pemuda kita ditantang untuk membawa iklim perubahan untuk bangsa dan negara yang lebih baik. Negara ini membutuhkan aksi kongkrit bukan hanya gerakan parlemen di jalan atau pun di ruang rapat diskusi.Tentunya Pemuda masa depan akan didominasi oleh nilai-nilai dan pemikiran cosmopolitan, dan karenanya setiap pelakunya, termasuk pelaku bisnis dan politik dituntut memiliki 4C, yaitu concept, competence, connection, dan confidence (Rossabeth Moss Kanter, 1994). Sehingga lahirlah inspirator, inisiator, motivator, dan organisator bangsa yang kompeten.  Untuk menjawab tantangan global ini, pemuda Indonesia dituntut melakukan empat hal, yaitu riset, advokasi, kemampuan produksi, dan publikasi. Bukanlah pemuda yang mengatakan bahwa “inilah ayahku”, Sesungguhnya pemuda adalah mereka yang berkata “inilah aku” (Ali bin Abi Thalib) Musthafa Al-ghulayyani dalam kitab Jazariyyah mengatakan bahwa “Sesungghunya di tangan pemuda hari ini adalah perkara-perkara umat dan masa depan umat ada pada pemuda hari ini,.Begitu juga dengan pesan bung karno, sediakan sepuluh pemuda maka akan ku gonjangkan dunia, sediakan seribu orang tua maka akan ku pindahkan gunung semeru.

-->
OLEH : DWI PUTRI TRISNASARI

FAKULTAS/PRODI : FPBS/PBSJ

SEMESTER : 2 ( DUA )

NPM : 12430112

Sabtu, 09 Maret 2013

Sosialisasi Parkir Kampus

Hari Kamis 7 Maret yang lalu bertempat di aula Gedung Pusat lantai 7. Bem Ikip melalui kementrian dalam negeri bersama Wakil Rektor III mengadakan sosialisasi parkir kampus. Acara yang dihadiri sekitar 100 mahasiswa, masing - masing perwakilan dari ormawa lemawa dan komting kelas ini membahas tentang peraturan baru parkir di kampus IKIP PGRI Semarang.

Mengingat pembangunan GC akan segera dilaksanakan yang biasanya digunakan sebagai lahan parkir paling luas oleh mahasiswa. Maka, tentu saja ini akan menjadi masalah yang cukup pelik ketika pembangunan telah dilaksanakan. Otomatis, lahan parkir yang digunakan di area kampus akan berkurang jauh. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran Bem Ikip sehingga beberapa waktu yang lalu mencoba mengadakan audiensi dengan wakil rektor III Bapak Drs. Supriyono Ps, M.hum.

Sedikit informasi GC rencananya nanti akan dibangun menjadi bangunan tiga lantai  dimana lantai 1 dan lantai 2 akan digunakan sebagai lahan parkir, kemudian lantai 3 akan digunakan sebagai aula yang diperkirakan dapat menampung sekitar tiga ribu mahasiswa.

Untuk mengatasi masalah lahan parkir sementara, muncul beberapa kesepakatan bersama untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan sepeda motor mahasiswa. Berikut beberapa keputusannya :

Jatah parkir disesuaikan dengan fakultas masing - masing.

1. Hari Senin, Rabu, Jum'at : FIP dan FPIPS nantinya tiap motor akan menggunakan tanda stiker berwarna merah.

2. Hari Selasa, Kamis, Sabtu : FPMIPA dan FPBS nantinya tiap motot akan menggunakan tanda stiker berwarna hijau.

3. Untuk yang laju dari rumah atau tidak kos, diberi keringanan dan nantinya akan didata oleh komting masing - masing untuk mendapatkan stiker berwarna kuning.

Bagi yang melanggar atau memaksa parkir tidak sesuai jadwalnya akan mendapat tindakan tegas dari pihak satpam kampus.

Demikian hasil sosialisasi parkir kampus. Memang hal ini beresiko akan menimbulkan permasalahan yang cukup pelik. Namun, harapannya dengan aturan seperti ini bisa menekan jumlah pengguna motor di lingkungan kampus IKIP PGRI Semarang.

Bagi rekan - rekan civitas akademika IKIP PGRI Semarang yang mungkin ada pertanyaan seputar permasalahan tersebut bisa mention di twitter : @bem_ikip

sekian.

Sabtu, 05 Januari 2013

Opening

Setelah resmi dilantik pada Jumat, 4 Januari 2013. Tidak butuh waktu lama bagi Badan Eksekutif Mahasiswa IKIP PGRI Semarang, atau yang biasa disebut dengan BEM I untuk segera menjalankan agenda pertamanya yaitu pembuatan akun twitter yang bisa pembaca temukan dengan username @bem_ikip dan fan page di facebook pada alamat http://www.facebook.com/Bemikippgrismg, serta yang terakhir dengan pembuatan blog ini.

Menjadi sesuatu yang tidak biasa, karena untuk pertama kalinya BEM I menyentuh ranah twitter, tidak dipungkiri jika saat ini demam twitter sudah menyaingi popularitas facebook, sehingga akun twitter dirasa sangat perlu untuk menjembatani interaksi atara mahasiswa dengan BEM. hanya denga 140 karakter, semoga akun @bem_ikip bisa memberikan berbagai informasi untuk para followersnya.

Kemudian ada fanpage facebook. Jika biasanya pengurus BEM I sebelumnya mencoba mengoptimalkan grup facebook, untuk periode ini hal tersebut sudah mulai ditinggalkan Karena belajar dari pengalaman yang sebelumnya. Grup facebook yang sudah dibentuk dengan tujuan bisa mengakomodir pendapat serta masukan mahasiswa tidak jarang hanya menjadi tempat 'promosi' berbagai macam produk yang tidak jelas dari para anggota grupnya.

Melalui fanpage facebook, dengan hanya me-like, nantinya para pengguna facebook tidak akan diributkan dengan masuknya notifikasi seperti yang biasanya terjadi ketika mengikuti suatu grup. Hanya dengan me-Like nantinya setiap informasi yang diberikan akan muncul seperti status biasa.

Demikian juga dengan blog ini, nantinya akan menjadi wadah serta dokumentasi perjalanan BEM IKIP selama setahun ke depan, dan harapannya akan banyak konten positif sekaligus bisa memfasilitasi interaksi dengan segenap civitas akademika IKIP PGRI Semarang.

Semoga setahun kedepan, kami segenap pengurus BEM IKIP PGRI Semarang Kabinet Pembaharuan periode 2012/2013, bisa memberikan kontribusi secara maksimal dan semua itu tidak bisa kami junjung sendiri tanpa partisipasi dari kalian semua.

HIDUP MAHASISWA!!!